Translate

Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

26.3.10

Escape The Ordinary (V) - End Journey JJF 2010

Ciaaat..ciaat ! Hiyaat !
Hari Ketiga !

Hari ketiga nonton festival ini adalah hari yang paling aku pengen tidur seharian, aku sudah kehilangan selera buat nonton  festival ibarat pucuk dicinta ulam tiba, berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, nah loh bingung kan. Aku juga bo.
Niwey hari ketiga ini aku benar-benar jatuh sakit, secara teori sejak hari jumat tanggal 5 aku sakit maka hari minggu tanggal 7 adalah puncaknya aku sakit dari ujung rambut yang pecah-pecah dan bercabang sampai ujung kaki  yang kutu air sakit semua (Hiiy, najis deh). Tapi demi mengingat tiket yang mahalnya dibeli akupun urung tinggal di hotel dan menetapkan hati dan jiwa untuk pergi ke venue. Yah aku harus semangat ! Banzai !
Dan tepat jam 8.00 pm aku dan kakakpun berangkat dengan riang dan penuh suka cita ke venue. Tiba divenue, seperti biasa sudah banyak kendaraan yang terjepit macet akibat pengaturan parkiran yang gak jelas di tambah lagi penjual jadi-jadian yang mangkal di depan JIE EXPO, jadi otomatis aku cs harus jalan kaki ke pintu gerbang JIE EXPO karna  taxinya gak pede dan takut terjebak macet.
Memasuki hari ketiga festival ini banyak sekali musisi jazz yang oke-oke kayak Ron King Big Band, Chlorophyl, The Manhattan Transfer (Spesial edition), Soulbop dan beberapa yang belum pernah aku lihat. Namun yang pasti dan sangat jelas terlihat berbeda dari tahun sebelumnya tampaknya tahun ini pihak penyelenggara Java Festival Production lebih banyak berimprovisasi dengan memberikan suguhan yang genrenya lebih variatif dari urban jazz crossover dengan memasukkan list musisi-musisi pop rock, pop, R & B. Pokoknya intinya pihak penyelenggara ingin lebih berekplorasi  agar penikmat musik jazz dapat lebih dinikmati oleh kaum muda.

Roberta Gambarini

Pilihan pertama untuk nonton di hari ketiga adalah Roberta Gambarini, sesuai dengan petunjuk dari booklet Warta Jazz bahwa Roberta adalah salah satu penyanyi yang cukup disegani maka aku dan kakakpun melangkah kaki menuju hall femina, oia sebenarnya ini bukan hall tapi kulkas ! Dan yang aku heran beberapa wanita yang masuk ke sini dengan pakaian minim sekali bahkan  beberapa mengenakan gaun mini dan backless, pasti mereka adalah wanita-wanita perkasa tahan udara dingin dari keturunan Xena the Warrior Princess atau Hercules !

Sobat sebagai informasi dalam festival ini Gambarini tampil kuartet dengan diiringi pianis, saxaphone dan contra bass yang membawakan genre smooth, blues dan swing jazz yang menghanyutkan walalupun beberapa lagu dengan menggunakan bahasa Itali tapi dengan suara beratnya yang khas, Gambarini benar-benar membuat penonton cukup antusias dengan penampilannya malam itu.





Breakestra

Dia lagi-dia lagi. Iyah ini kali kedua aku menonton mereka.  Materi lagunyapun sama bahkan kalau aku lihat penontonnya pun yang kemarin juga. Tapi biar begitu aku tetap setia menonton kendati kaki ini sudah tidak sanggup lagi berdiri.
Kemudian tidak sampai 5 menit breakestra tampil akupun sudah berdiri di barisan depan meninggalkan kakakku yang hanya duduk selonjoran di belakang. Lagian kapan lagi mereka mau datang ke Indonesia ?

Setelah nonton roberta dan breakestra aku dan kakakpun memutuskan untuk pulang dan istirahat berhubung besok pagi aku harus berangkat kembali ke Palu tercinta dengan pekerjaan yang numpuk, mana awal bulan lagi..Hiiiy !


Hopely I will be back next year !
Melihatnya
Mendengarnya
Menari bersamanya
Insya Allah...


Oia pesanku buat sobat-sobat yang punya planning nonton festival java jazz 4,5,6 Maret 2011 nanti saranku  rajin-rajinlah berolahraga sebelum hari H agar tidak mudah kelelahan dan tetap fit selama nonton JJF berhubung luas venuenya gak kira-kira banget bo.

(Btw ...postingan ini sampai lima seri bener-bener rumpis yah aku hehe ...)

25.3.10

Escape The Ordinary (IV)

Wuzzz...wuzzz...
Hari kedua !
Setelah tidur nyaris seharian karena sakit, dan kecapean akupun urung untuk ke venue sore-sore dan berangkat setelah magrib dan makan malam. Sesampai di venue aku sudah tidak bergairah lagi, kakak saya saja yang heboh banget pengen nonton Sandhy Sundoro dan berkeliling-keliling gak jelas hanya untuk melihat penampilan Sandhy.
Aku sih lebih memilih masuk ke BNI Hall 1, tak lama kakakpun menyusul berhubung sandhy tampil setelah jam 11.00 pm. Dalam stage itu nampak  band musisi asing yang lagi sibuk menyetem alatnya dan berhubung masih sunyi akupun duduk melantai nyaris di depan panggung. Nyaris lima belas menit berada dalam stage akhirnya tiba waktunya penampilan band yang tak lain bernama Breakestra. Seketika lampu panggung dimatikan lalu kedua layar screen disamping kiri dan kanan panggung menampilkan preview album-album breakestra mulai dari album teranyar mereka Dusk Till Dawn sampai album-album lainnya.  Tak lama penampilan perdana mereka di JJF 2010 di buka dengan koloborasi intro instrumen  bass, guitar, flute, trompet dan drums yang mengusung genre funk jazz. Opening ini langsung membuat rata-rata penonton yang tadinya duduk malas (termasuk aku) langsung berdiri membuat barisan di depan panggung. Gila, keren banget ! Tujuh bintang deh dariku !
Di awal penampilan vokal funk jazz band ini di bawa oleh Miles Tackett sang lead lalu menjelang pertengahan memasuki single Come on Over  muncullah divanya band ini (sepertinya additional vocals) Afrodyete, mungkin dinamakan seperti itu karena keturunan afro-amerika barangkali, entahlah sobat bisa mencarinya di google, msn tentang keberadaannya.
Perform afro ini ternyata dua kali lebih heboh penampilannya dari miles, lima kali malah. Ia tampil dengan suara yang berat khas-khas penyanyi-penyayi blues namun yang memberikan perbedaan adalah afrodyete ini lebih menghentak dan attraktif di panggung, Goyangannya yang khas dibarengi dengan irama funk dan hip-hop  membuat seluruh penonton bule maupun lokal ikut bergoyang mengikuti arahannya.  Termasuk aku !
Sejam lamanya terbuai dengan breakestra akupun hijrah dari Hall 1 untuk mencari Zarro, kakakku sendiri lebih memilih ngetem di OSO Hall yang sumpeknya minta ampun hanya untuk menunggu Sandhy Sundoro. Yah terserah deh pokoknya aku mau mencari Zarro.
Zarro ini tampil di Accoustic Lounge, Dimanakah itu ?
Untuk nyari zarro ini aku sampai mengelilingi seluruh stage yang ada, tapi nihil. Akhirnya aku menuju ke bagian depan JIE Expo untuk nanya ke informasi. Nyari-nyari tempat informasi aku malah ketemu dengan Lift yang mencantumkan tempat dimana Accoustic Lounge berada. Finally ! serasa mau lepas jari-jari kakiku !
Naik ke lantai 6 aku nemu Hall Semeru, nampak di dalam ada Indra Lesmana Cs, Ah males paling-paling world music, musik dua warna yang kontemporer itu. Akupun keluar lagi trus muter-muter gak jelas akhirnya aku nemu juga dan gak nyangka ternyata stage tampilnya Zarro sesederhana  itu, yah semacam lesehan di koridor. Tega banget nih panitia, padahal zarro lumayan disegani dikalangan musisi jazz khususnya latin. Tapi walopun dengan stage yang sederhana penampilan duet doski  dengan Mercy Dumais tetap oke malam itu.
Selesai dengan zarro aku udah capek banget mana kaki sudah bengkak rasanya dan pengen pulang, tapi berhubung kakak masih nonton Sandhy akupun memutuskan untuk kembali ke BNI Hall 1 dan di sana ada Jassonova.
Khusus penampilan jossanova aku gak bisa bercerita apa-apa karena disini aku tidur. Bener-bener tidur berbaring loh ! Aku sudah cuek beibeh dengan keadaan sekitarku, pokoknya aku capek banget dan ingin istirahat.
Setelah tidur sejam akupun ke kakak untuk ngajak pulang tapi kakak masih pengen nonton coklat jadi aku nunggu lagi di stage sebelahnya karena tempat tampil coklat sesak banget sampai akhirnya pulang ke hotel dengan selamat dan tertidur pulas. Hufff....capeknya poool.

23.3.10

Escape The Ordinary (III)

Memasuki hari pertama, tepatnya tanggal 5 Maret sebenarnya cukup banyak penampilan yang menarik di sore hari namun berhubung tiba di Jakarta sudah menjelang sore mana jetlag dan lagi sakit maka aku dan kakakku, riri memutuskan untuk berangkat malam hari ke venue, itung-itung kami istirahat dan tentunya makan dulu. Dan akhirnya setelah sholat magrib kamipun berangkat ke venue via taxy blue bird.
Seperti yang sudah diceritakan sebelumnya, tempat perhelatan ini benar-benar luasnya gak ketulungan aku sampai pusing nyari stagenya yang terpisah-pisah mana ramenya minta ampun lagi dan di mana-mana ketemu artis. Yah dari artis sinetron, film, penyanyi, model yang berceceran dimana-mana. Eh aku ketemu  Afgan loh ! Orangnya imuut banget, mana cakep lagi, sayang doski gak tampil, atau nampil dalam group tapi aku gak sempat nonton. Kok aku jadi gossip yah hehe.
Penampilan pertama yang aku nonton di hari pertama ini adalah RAN ! Dejavu gituloh, kali kedua nonton mereka di java jazz ini, rencana pengen nonton waktu mereka tampil di Spacebar Palu tapi aku ketiduran. walopun gagal ternyata Allah punya rencana lain agar aku bisa nonton di JJF. Ah ! Allah SWT memang maha besar dan pengasih. 
Ran ini tampil di hall TEBS 2 kayaknya, maklum berhubung sudah agak lama jadi ingatan sudah rada-rada lowbat. Stagenya full AC, luasnya kayak dua lapangan volley dengan panggung bernuansa biru. Ah, pokoknya nyaman deh.....selama gak banyak orang. Aku heran juga padahal dulu nonton RAN bisa selonjoran, tapi kali ini harus berdiri dan berdesakan agar semua fans ran yang rata-rata ABG bisa menikmati dengan merata.
RAN membuka perfomnya dengan mungusung lagu-lagu dalam album barunya "FRIDAY", dilanjutkan dengan lagu-lagu hit mereka di album sebelumnya. Bertiga ditambah additional player untuk drummer, saxaphone plus stage act yang seru benar-benar membuat penonton yang rata-rata ABG gak berhenti berteriak mengelu-elukan nama mereka bertiga.
Puas dengan RAN, kamipun berinisiatif untuk mencari makanan kecil dan ternyata pihak penyelenggara punya aturan baku divenue untuk belanja harus menggunakan kartu Prepaid BNI. Bener-bener monopoli deh, tapi namanya juga termasuk sponsor yah pengunjung mengikut saja.   
Setelah ngantri di sana-sini dan makan malam akhirnya aku dan kakak berinisiatif untuk menonton Eric Bennet.

Eric bennet ini tampil sexy dengan Ron King Band yang membawakan lagu yang rada-rada swing jazz dan salah satunya adalah lagunya Frank Sinatra yang di recycle ulang di Album Its Time-nya Michael Buble yang berjudul I've Got You Under My Skin. Damn, doski dan big bandnya benar-benar keren membawakan lagu ini.

Setelah jatuh cinta dengan penampilan bennet aku beserta kakak pun  hijrah ke stage berikutnya yang berada di Hall BNI 1, oh iya jika dulu stage favoriteku adalah world music maka tahun tahun ini aku nobatkan tempat favoritku adalah Hall BNI 1.
Di Hall BNI 1 ini yang tampil adalah Michael Paulo, seorang pemain saxaphone yang sangat tidak asing di kalangan pemuka jazz. Beliau mengusung genre Intrumentalia smooth jazz saxaphonist yang pernah berkoloborasi dengan Al Jarreau, David Benoit dan sejumlah musisi jazz papan atas lainnya. Pastinya gak perlu ditanyakan lagi musikalitas beliau yang membawakan instrumen-instrumen dengan tempo upbeat dengan nada-nada tinggi maupun slow  dengan nada-nada yang membuat terkagum-kagum para penonton Hall BNI 1.
Kenyang dengan tiupan-tiupan saxaphone maut Michael Paulo aku dan kakakpun pulang karena berhubung sudah capek, ngantuk dan berdoa semoga penampilan besok bisa nonton secara utuh. Semoga saja.  

17.3.10

Escape from The Ordinary II

Rasa-rasanya seluruh kerabat dan teman yang tahu seluk beluk diriku akan mengangguk dan mengatakan setuju bahwa aku  bukan perencana yang baik. Mengadakan sesuatu selalu tiba-tiba. Begitupun halnya saat aku memutuskan berangkat ke jakarta yang dua hari sebelumnya direncanakan jumat pagi tanggal 5 maret, tiba-tiba aku berfikir kamis malam oke juga tuh berangkat. Dan alhasil karena hari itu sibuknya ndak kira-kira akupun ketinggalan pesawat. Untungnya tiket masih bisa ditukar yah setelah kena charge 75 %. Seimprit banget sih, tapi syukur juga sih  lumayan buat nutupin untuk beli tiket paginya.
Akhirnya tiket di tangan untuk berangkat 5 Maret 2010 via Lion Air yang hobinya delay.  Dan delaynya gak kira-kira sobat selama setengah jam bo ! Trus setelah setengah jam nunggu akhirnya naik juga plus permintaan maaf dari flight attendant yang kira2 seperti ini :

  • FA : Kepada penumpang lion air kami mohon maaf atas keterlambatan ini dikarenakan masalah operasional

  • Aku (dalam hati emosi jiwa) : Eh te usah jow minta maaf klu te ada snack ...lagian klu on time so salah naik pesawat ini..(naik garuda berarti)        
Dan setelah menempuh 55 menit perjalanan udara, Alhamdulilah sampai juga diriku di makassar untuk transit. Dan berhubung lumejeng lama aku putuskan untuk menanti penerbangan selanjutnya di rumah.
Oia sepanjang perjalanan ke rumah aku baru tahu saat itu klu ternyata di makassar lagi heboh-hebohnya demo buntut penyerangan polisi ke markas HMI dan sialnya rumah kakakku ini berdekatan dengan kampus IAIN makassar. tapi untung saja massa mahasiswa mulai bergerak setelah menjelang jumatan jadi gak sepenuhnya terjebak dalam kemacetan yang gak penting itu.

Jakarta, Here I Come !

Menjelang sore aku tiba di cengkareng. Keqnya makin lama mengunjungi bandara ini seperti semakin tua saja, namun tetap bersih sih. Atau entahlah perasaanku saja yang lagi jetlag barangkali.
Trus gak beberapa lama aku nunggu bagasi lalu carter taxy yang ada dan meluncurlah menuju ke arah jakarta selatan atau tepatnya hotel Sparks.
Perjalanan menuju hotel kali ini agak berbeda. Jika tahun sebelumnya waktu busines travelling maupun ke JJF aku melewati jalan tol dan mall/gedung pencakar langit. Nah kali ini supir taxinya membawaku melewati kota tua jakarta. Tepatnya melewati stasiun kota tua, beberapa gedung-gedung tua yang masih dilestarikan serta beberapa jalur  daerah pinggiran. 
Ah, serasa ingin singgah sebentar berhubung baru sekali ini aku melewati sisi lain kota jakarta yang sudah agak buram namun tetap eksotis.
Selain melewati kota tua dengan gedung-gedung tuanya, ada satu hal lagi yang cukup menarik mataku berada di kota ini. Papan reklame street visibility-nya terkesan rapi, bahkan tak ada yang ditemui numpuk-numpuk gak jelas. Pokoknya penempatannya  gak sesemrawut kayak di makassar lebih-lebih di kota palu tercinta ini.
Mungkin kapan-kapan jika punya waktu luang ke jakarta untuk berangkat nonton JJF lagi menyempatkan diri untuk jalan-jalan. Tapi kapan yah? sedangkan untuk pergi 3 hari ini saja asal kabur gak jelas. yah begitulah sobat jika bekerja di perusahaan gak mudah untuk ngajuin cuti dengan jangka waktu yang agak lama. Hiks.


Sparks Hotel
Hotel ini funky abis, dengan nuansa hijau. Sebuah hotel bintang tiga yang terletak di jakarta selatan yang kutemukan di website rajakamar.com. Sebenarnya waktu membooking hotel ini aku gak kira-kira sih pokoknya aku cuman nyari hotel yang sitenya dekat dengan JIE EXPO kemayoran. Tapi gak begitu memperdulikan kawasannya.
Ternyata hotel ini cukup dekat dengan warung-warung murah jika ingin makan di luar, trus ada apotek, dekat WTC mangga dua, rekanan taxy blue bird, roomnya oke, tempat mangkal ojek-ojek juga. Pokoknya daerah segitiga emas kayaknya. 
Trus untuk makanannya sendiri yah cukup enaklah untuk ukuran hotel bintang tiga 

JIE Expo Kemayoran
Memasuki kawasan ini, khususnya pas JJF asli macet banget. Mulai dari macetnya kendaraan roda dua, tiga sampai empat memenuhi sepanjang pintu masuk JIE Expo. Setelah sampai di depan hall kita akan di sambut dengan vertikal banner axis yang berjejeran sampai di pintu masuk. Selain itu disambut oleh pedagang asongan nawarin rokok, ato calo-calo tiket yang maksa untuk membeli maupun menjual tiketnya. Pokoknya semua tumpah ruah di depan pintu masuk.
Nah, di depan pintu masuk ticket checking sobat disajikan penampilan artis-artis jazz lokal yang berada di Maxima Stage, jadi buat pengunjung yang lagi ngantre ticket gak sampe bete-bete amat karena disajikan performance yang menarik untuk ditonton.
Setelah melewati penjagaan ticket yang ekstra ketat akhirnya sobat bisa memasuki hallnya yang depan, kiri dan kanan sudah tersedia tempat-tempat foto berlatar belakang AXIS JJF. Pokoknya tinggal pilih mau berlatar televisi, covernya john legend, manhattan transfer atau bannernya Axis. 
Trus jika agak ke tengah dekat lift sobat akan menemui sebuah kantin dan ..foto-foto kenegaraan pak Susilo ! jujur aku kaget ngelihatnya tapi yaah..bahkan kepala negara tak ada salahnya khan untuk berekspresi.
Dibagian tengah JIE Expo adalah jantung venue pelaksaaan festival ini. Mulai dari booth tempat jualan merchandise, BNI prepaid, kantin dadakan, outdoor/indoor stage yang gak ketulungan luasnya. dan bagian terbaik untuk indoor stagenya benar-benar full AC. Brrr..dingin !
Pokoknya tahun ini gak sia-sia jika panitia java festival production hijrah ketempat ini.

9.3.10

Escape from the Ordinary (I)

Aku tahu hal yang mustahil untuk berangkat nonton java jazz tahun ini berhubung baru saja mengambil rumah sederhana di bilangan jalan dewi sartika. Tapi minggu pagi itu tiba-tiba saja aku menerima telpon dari kakakku yang ingin nonton dan menanyakan perihal order tiket dan tempat tinggal yang dekat dengan JIE EXPO. Eiiit ! kesempatan perunggu nih ! otak cemerlangku langsung bekerja ekstra lebih giat di minggu pagi itu padahal tadinya cuman pengen baring-baring saja nonton HBO setelah nyuci piring dan nyapu. Sepakat punya sepakat akhirnya kakakku setuju buat bayarin dulu trus nanti terima gaji baru aku ganti. Alhamdulilah...dikasih jalan juga buat nonton JJF.
Abis terima telpon aku udah gak merhatiin lagi film di HBO langsung saja buka notebook pasang modem flash dan mulailah memesan tiket dan ternyata tiketnya sudah naik 600-an ribu dari yang aku update november lalu. Hiks ibu tiri banget tapi aku order dulu takutnya hari senin naik lagi maklum sudah tinggal beberapa hari lagi bo sebelum hari H-nya.
Tiket oke, sekarang tempat tinggal. Ibis penuh, upaya terakhir nanya di milis dan dibantu ma bu dokter  rara buat nyari di rajakamar dan ketemu juga setelah beberapa kali dapet konfirmasi penuh untuk daerah seputaran kemayoran yaitu di sparks hotel yang berada di jalan mangga besar raya. 
Tiket oke, penginapan oke yang terakhir dan membuat hati berdebar-debar kencang tak karuan adalah minta izin/cuti sama bos......kira-kira aku dikasih gak yah
Dan setelah nyaris enam kali mondar mandir keluar masuk ruangannya tanda tangan ini dan itu tak ada satupun kalimat izin yang keluar dari mulutku. Arrrgh..ya Allah mengapa sulit sekali untuk minta izin bersenang-senang toh aku termasuk karyawan teladan. hehe maunyaaa...
Akhirnya kejadian tahun lalu terulang lagi.....

30.9.09

Mudik (5) Trans Studio Dimensi Baru Wahana Tempat Bermain di Indonesia

Taman bertema, inilah yang coba dijual oleh trans studio. Sesuai leaflet yang diberikan secara cuma-cuma sebagai guide map masuk di wahana ini “From TV to reality !”…
Aturan baku masuk dalam wahana ini adalah tak boleh membawa makanan atau minuman serta bebas asap rokok jadi saranku sebaiknya makanlah sekenyang-kenyangnya sebelum masuk ke wahana ini berhubung makanan/minuman yang di jual agak mahal bo !
Aku mengatakan dimensi baru wahana tempat bermain di Indonesia karena tempat ini Indoor dan full ac ! asli cozy banget …

The Pass

Sebelum memasuki area bermain kita harus membeli tiket terlebih dahulu seharga Rp.10.000 untuk kartu pass studionya dan Rp.90.000,- tarif masuk berikut 15 wahana permainan yang hanya bisa digunakan sekali masuk ke dalam wahanan yang sama.
Adapun 15 wahana yang masuk dalam paket itu adalah sbb :
1. Trans City Teater
2. Studio Tour
3. Grand Esia Studio Tour
4. Hollywood Bumper Car
5. Sepeda Terbang (Kids Only)
6. Rimba Express
7. Si Bolang
8. Safari Track
9. Balloon House (Kids Only)
10. Karosel (Kids Only)
11. Ayun Ombak
12. Angin Beliung
13. Kano Kali (Kids Only)
14. Mini Boom Boom Car (Kids Only)
15. Putar Petir

Selain 15 wahana paket tadi tersedia juga wahana tambahan yang tiket masuknya tidak termasuk dalam paket tadi yakni sbb :
Bioskop 4D Rp.25.000,-
Kids Studio Rp.25.000,-
Magic Thunder Coaster Rp.25.000,-
Dragon Tower Rp.25.000,-
Jelajah Rp.25.000,-
Dunia Lain Rp.25.000,-

The Carnival !

Didepan pintu masuk kita akan disambut oleh para wanita-wanita yang berpakaian daerah belanda “Dutch” yang akan mengucapkan selamat datang bagi para pengunjung dengan ramahnya.
Setelah itu kita akan melewati sebuah jalan-jalan buatan di mana bagian kanan dan kirinya di penuhi oleh rumah-rumahan yang lucu-lucu. Oh ya sobat perasaanku seperti berasa berada disebuah karnaval berhubung langit-langitnya tertutup dengan terpal hitam seperti seperti di dalam tenda sirkus raksasa.

29.9.09

Mudik (4) 2nd Days

Mal, mal dan mal inilah. seputar tempat yang kukunjungi di hari kedua cuti mudikku ini. Sebenarnya sih hanya satu tempat saja dan itupun hanya dipergunakan untuk acara photo-photo dengan kedua sahabatku disetiap sudut mall. Tapi sobat, memang itu tujuan awalnya ke kota ini hanya untuk kumpul-kumpul saja tidak lebih, sungguh.

Mal Panakukang

Orang Makassar sering menyingkatnya menjadi MP atau kadang dipanggil mall diamond. Boleh di kata mall inilah yang paling rame dan lengkap. Menurutku sih. berhubung tempat ini yang paling sering kukunjungi.
Selain tempat belanja, sebagai mall dengan ukuran skala makro disini terdapat bioskop Studio 21, food court, restaurant franchise, apotek dan sejumlah tempat bermain mini untuk anak-anak.

28.9.09

Mudik (3) Trans Studio, The Pride of Makassar


Jauh-jauh hari sebelum berangkat aku sudah memasukkan tempat ini ke dalam daftar wajib yang harus dikunjungi. Yah, trans studio baru-baru ini menjadi salah satu landmark kota Makassar. Sebuah wahana raksasa tempat bermain yang dibangun di atas pantai losari, di sebuah kawasan prestise tanjung bunga. Hanya sayang, sebuah daerah yang boleh di katakan kawasan mewahnya kota Makassar tapi jalan masuknya masih belum di hotmix bahkan banyak terdapat lubang-lubang di sepanjang jalan menuju Trans Studio ini, tampaknya hal ini luput dari pengembang kawasan ini ….well, who knows …

Mudik (2) Entrance Makassar

Sengaja aku mengambil waktu pagi untuk berangkat dari kota palu tercinta ini menuju makassar supaya pikiran masih seger dan bisa menikmati perjalanan menuju kota kelahiranku ini.
Pukul 07.10 aku berangkat dan tiba 55 menit kemudian di bandara hasanuddin. Tiba di bandara dengan tergopoh-gopoh karena bawaan yang lumejeng berat langsung saja aku mencarter salah satu taxi dan perjalananku dimulai di kota Makassar ini atau kita sebut saja sebagai salah satu pintu gerbang kawasan Indonesia timur.

The City

Tidak sampai setahun aku meninggalkan kota ini, kota ini sudah banyak sekali perubahan. Infrastrukturnya yang semakin baik namun masih kelihatan agak semrawut disana-sini, maklum masih berbenah. Yang mencolok di kota ini mudah sekali ditemukan papan reklame baliho non permanent, umbul bahkan banner. Nyaris di setiap sudut selalu ada, kesannya menumpuk dan tidak teratur. Mungkin perlu adanya penertiban reklame agar kota ini menjadi lebih indah.
Memasuki jantung kota Makassar, aku mendapatkan jembatan layang yang belum selesai nampaknya jalan ini adalah jalur alternative guna mengurangi kemacetan di perempatan pettarani, tol reformasi dan perintis.
Terusan lajur dua pettarani menjadi kawasan perkantoran dan warung-warung franchise sederhana. Beberapa daerah masih terdapat kawasan under groundnya.
Satu hal yang mencolok di kota ini adalah penuh ruko dan rukan. Sepertinya tata kota perlu membagi kawasan perkantoran, pertokoan dan perumahan bahkan taman. Kota ini semakin kurang daerah taman bahkan untuk daerah pantai losari sudah direklamasi untuk pembangunan tempat-tempat wisata. Sehingga kantung tanah tempat penyerapan air pada saat hujan semakin kurang karena di penuhi bangunan yang menyemen halaman depan bahkan menutupi saluran pembuangan. Ini harus menjadi perhatian serius, agar kota ini tak menjadi langganan banjir ya, walaupun hanya semata kaki toh untuk perbaikan ke depannya agar kota makassar tidak hanya menjadi kota metropolitan dan menjadi salah satu gerbang kawasan indonesia timur. tapi bisa menjadi kota terpandang di Indonesia bahkan se Asia Tenggara nantinya. Semoga saja.

26.9.09

Luwuk, Kota Air


 











































Sulawesi tengah mempunyai beberapa daerah yang eksotik salah satunya adalah luwuk. Kota ini  ditempuh selama dua hari satu malam untuk perjalanan darat dari kota palu. Nyaris sepanjang perjalanan darat menuju ke kota ini kamu akan disuguhi pemandangan-pemandangan dengan view yang berbeda di setiap daerahnya. Dari pemandangan gunung dengan laut kemudian daerah stepa  lalu ada daerah tandus tapi dengan pasir putihnya yang bisa dilihat dari badan jalan dan banyak pemandangan lain yang tak bisa aku gambarkan secara detail di tempat ini. Sobat, perjalanan ini terlalu indah untuk diungkapkan lewat kata-kata.. 

Menjelang memasuki kota luwuk, kamu akan memasuki daerah dengan jalan yang hanya muat dilewati dua mobil dan sebagai informasi jalan ini tidak muat untuk truk segede gambreng dan mobil berjalan seiring. Daerah ini seperti hutan-hutan dengan pohon-pohon besar disepanjang badan jalan. Lalu setelah setengah jam kalu nggak salah kamu akan menemukan daerah pantai dengan penuh pohon kelapa yang menjulang tinggi itu. Nah itu tandanya kamu telah memasuki kota luwuk.

Kota luwuk adalah salah satu kota  penghasil kopra jadi akan banyak sekali pohon kelapa ditemukan di sini, toh sebagian masyarakat disini hidup dari hasil kopranya. 

Oh yah, ada yang unik dalam perjalanan menuju kota ini, setelah melewati daerah penuh pohon kelapa tadi aku berfikir sudah tiba karena telah melihat pintu ucapan selamat datang tapi ternyata aku salah besar kamu harus menuruni daerah ini lagi karena pusat kota  luwuk berada di daerah pantai. Menuruni daerah ini mengingatkanku akan jalanan menuju alun-alun di Surakarta dulu..sebuah daerah dengan jalanan yang lengang dan dikelilingi tembok-tembok tapi bedanya disini bukan tembok alun-alun tapi tembok rumah penduduk dengan jalanan yang curam, jadi buat pengendara amatir jangan coba-coba berada dibelakang setir jika melewati daerah ini karena harus banyak-banyak injak kopling dan rem.

Dulu dipikiranku kota luwuk itu adalah kota yang sangat teramat panas tapi ternyata aku salah kota  ini agak “lumayan” sejuk dan yang membuatku kaget di jalan-jalan swadaya sering banget muncul air jernih yang sumbernya entah darimana. Pokoknya kota ini selalu memiliki mata air yang menyembul ditempat yang tak pernah kamu duga..

Sobat, peernah waktu pertama kali aku ke kota ini aku iseng-iseng ke selokan dibelakang rumah penduduk dan kamu tahu air selokan itu bersiiiiiiih banget seumur-umur belum pernah aku melihat air selokan sebersih itu . dan ini terdapat disemua selokan yang ada di kota luwuk.

Well, mungkin karena berlimpahnya air sehingga kota ini dijuluki kota air.

Kuliner 

Luwuk dan tempat makan enak ? ...nah ini dia susah banget untuk mendapatkan variasi makan enak di kota ini, istilahnya jika ingin makan enak belanjalah dan masak sendiri ! Disini hanya mudah mendapatkan warung ikan bakar sederhana, binte, bakso tapi jangan coba-coba mencari menu fast food disini atau KFC atau bahkan masakan jepang kamu hanya buang-buang waktu saja mencarinya.

Untuk cemilan aku tak tahu pastinya tapi cemilan yang paling mudah ditemui adalah gorengan, pisang goreng, tahu goreng dan sukun goreng,  di pinggiran jalan  yang menjual jenis makanan ini banyak banget.  Tapi emang enak sih, apalagi pake sambal… aku juga doyan. Hehe

Well, mungkin hanya seimprit ini saja yang bisa aku sampaikan tentang kota ini selebihnya silahkan datang sendiri dan menilai kota ini bagaimana…..

 

Me..

full of spirit in the afternoon….

just listening to Cullum

in Mind Trick

 "  I…missed the opportunity

To get you babe to stay with me

Never tought I regret the excuses that I’ve made

Like a song it will fade.... "

___________________

Photo : Edited by MS Office Picture Manager

8.3.09

Seru-seruan at JJF 09

Pagi-pagi berhubung gak sholat langsung aja buka notebook sambil tidur-tiduran tuk ngecek jadual penampilan di java jazz festival. Ada banyak pilihan untuk penampilan malam. Cuman yang sorenya kebanyakan gak dikenal maklum jatuh cinta sama musik jazz setelah tahun 2007. Mendadak jazz gitu. Jadi untuk pemusik2 jazz gaek masih banyak yang belum familiar.
Anyway sebenarnya pengen nonton JJF dari jam 14.00 tapi berhubung ada temen jadi gak enak juga klu langsung pergi. Harus singgah di hotel harris sebentar, trus nyari toko penjualan hp lalu singgah makan. Jadilah jam 17.30 baru tiba di venue. Tapi gpp toh pacar temenku ini baiik banget. Aku rela kok hehe.
Tiba di venue, langsung saja diriku plus temen ke plenary yang luasnya kayak lapangan sepak bola itu. Ternyata disana telah tampil para ambon2 manise. Dengan lagu-lagunya yang manise pula. Ada harvey malaiholo, andre hehanusa, mollucas dengan suara dan tampilan seksi nan memukau hehe. Dan banyak lagi yang tentunya..tahu sendirilah bagaimana nyong ambon kalu menyanyi bikin kita pada iri-iri dengan kualitas suaranya. Well, diplenary ini aku gak begitu berlama-lama, rasanya. Berhubung penampilan jam 19.00 adalah Tompi. Gak rela dong diriku menduakan penyanyi yang telah membuatku jatuh cinta dengan musik jazz dengan single selalu denganmu. Maka dengan semangat juang 45 aku menuju ke venue cendrawasih 1/2. Dan ternyata sudah penuh dengan orang berdesak-desakan sampai di pintu masuk. So, jangankan melihat langsung Tompi panggungnya saja sudah tidak kelihatan hanya bisa melihat dari TV big screen disamping kiri dan kanan saja. Tapi gak papa, saya tetap bersabar dan lama2 mungkin karena arus orang masuk dan keluar akhirnya diriku berada ditengah juga. Gak sampai 5 menit berpanas-panasan muncullah suara yang aku tunggu-tunggu selama hampir 3 tahun pengen nonton live performancenya. Aduuh, serasa pengen menghambur kedepan panggung dan melihat langsung penampilannya. Tompi tampil dengan ciri khasnya sebuah topi tapi kali ini ditambah dengan ornamen selempang dan padanan busana abu2. Penampilannya memukau dirikyu banget pokoknya. Apalagi ditambah dengan membawakan lagu2 album dari single pertamanya di ending performnya. Pokoknya aku puas banget !
Abis tompi aku pengennya nonton tohpatih, hanya berhubung aku terlalu lelah berjalan akhirnya aku ke ruang sebelah. Istirahat sebentar. Entah kenapa aku seneng banget nangkring di music world. Diseblahku ternyata juga ada orang yang bernasib sama. Istirahat diruang ini sambil bersandar2. hehe.
Abis itu nonton kla project ...wuah serasa mundur kejaman diriku masih remaja hehe. Ada lagu yogyakarta, dll.
Setelah nonton KLA project, aku langsung pulang ke mess. Takut ilang bo. Tiba diluar JCC dirikyu tlah disambut oleh penjual2 kaus, yah secara naluri kawanitaanku langsung berjalan untuk shopping ! hehe. Duit boleh pas2-an tapi apa salahnya membeli 2 pasang untuk souvenir.
Oh iya pulang kali ini aku ogah naik taksi, jadilah naik owject pengen liat2 kota jakarta. Sambil berharap tahun depan bisa kembali lagi menonton java jazz festival. semoga saja. Insya Allah. Amiiin.

7.3.09

Alhamdulilah ! akhirnya...

Sudah menunjukkan waktu 17.30 dan mulut ini belum berani juga mengatakan permohonan ijin pada boz untuk tidak masuk kerja. Swear jum'at kemarin hatiku ketar-ketir juga mana email2 horor dari procurement minta ini itu gak ada kelar-kelarnya. Maklum awal bulan banyak dateline.
Akhirnya sampai pulangpun saya ibarat patung saja waktu ditanya. Diam seribu bahasa. Yah jalan terakhir ijin disabtu pagi.
Aneh juga perasaan klu gak ijin saa bos. Tapi what ever lah...it's saturday ! Dan mengingkari hati untuk tidak pergi ke acara yang sudah diseting sejak akhir tahun kemarin seperti melakukan dosa besar saja.
Dengan ketetapan hati yang bulat, tiket pulang pergi jkt-palu, notebook, duit pas-pasan, pakaian 3 pasang, perlengkapan mandi, bedak, lipstik, olay, maskara dan modem flash. Diriku berangkat juga ke jakarta. Masih dengan kepikiran boz, tiba dimakassar kukabarkan juga klu aku izin gak masuk. Dan gak nyebutin izin untuk apa. Biar aja dari pada bohong.
Berhubung one way gak ada hambatan hujan atau operasional. Tiba juga diriku dijakarta jam 11-an. Wait...anjriiit...iam in jakarta now... serasa ingin menitikkan air mata saja, akhirnya diriku kesampaian juga disini.

Orang-orang seperti sibuk sendiri di cengkareng jadi ingat beberapa hari yang lalu mengikuti training di jkt dan terdapat kelompok belajar dari play group...sepertinya pengenalan tentang seluk beluk bandara.
Setelah mampir di hotel harris tempat temen nginap, ke penginapan nyimpan barang. Akhirnya saat yang mendebarkan tiba juga aku di venue...atau tepatnya pintu masuk senayan, berhubung kata teman klu lewat depan muacetnya tiada tara. Menuju jalan masuk JCC dimana-mana terdapat vertikal banner axis dan BNI bertebaran dimana-mana seperti jamur.



Gak sampai seratus meter dari JCC diriku disambut oleh calo-calo tiket dari yang beli sampai jual tiket. Belum tahu dia aku dah beli sejak 6 januari 2009 kemarin.
Dan tadaaa...
Setelah melewati security yang menyandera cemilanku, berhasil juga aku masuk dengan perasaan yang sukar dilukiskan kata-kata. Jazz dimana-mana.


Gak sampai setengah jam berada di luar menikmati animo aku masuk juga di JCC. Diriku langsung disambut dengan irama gamelan dengan sentuhan jazz. Oh iya di hall ini terbagi atas tiga panggung dan ketiganya berhadap2-an. Disamping2 terdapat penjualan souvenir JJF dan counter-counter sponsor acara. Tapi yang paling mencolok BNI...iya dong tempat nabung gw gitu loch hehe. Klu terus dari BNI, sampai juga di ruang cendrawasih 3 ...mmh waktunya zarro. Mengusung brazilian jazz. Pokoknya puas banget nonton perform dari zarro walopun gak dapat dengerin live shownya bawain lagu dade kakomiu. Abiz zarro, aku jalan-jalan nyari toilet..susyeh banget nyari toilet yang gak ngantri bo ;P... smua pada ngantri akhirnya aku naik ke lantai dua. Sayup-sayup terdengar lagu love for a childnya jason mraz..deuh sedih juga gak bisa nonton jason mraz. Tapi gpp deh, maybe next time.


Berhubung gak tahu mau nonton apa aku singgah lagi di music world. Dari luar terdengar dentuman drum..siapa yah ?? Ternyata grup dari dubai..gila dari penyanyi, bass, trumpet, sampai drummer..all out smua. Pokoknya hebat2 deh mereka. Dan gara-gara ini aku sampai kelewatan nonton RAN.
RAN...RAN ini performnya di plenary..dimana pula itu ?
Setelah berjibaku akhirnya berhasil juga ngelihat petanya. Aneh juga biar ngeliat peta gedung harus ngantri.
Anyway, menuju plenary terdapat lorong dengan lampu2 berjuntai-juntai yang sebelumnya ditutupi oleh kain hitam dengan photo2 . Seperti sebuah galery saja. Sampai diplenary...bukan plenary tapi lapangan sepak bola. Gila luas amat ! ternyata smua pada ngumpul disini istirahat. Emang sih ruangnya yang paling nyaman diantara semuanya. Luas, dingin dan agak gelap. Dengan TV big screen bergelantunagn dimana2. Jadi biar jauh2 dari panggung tetep bisa menikmati. Disini saya gak bisa lama2 10.00 pm aku cabut juga berhubung gak tahu jalan mana sendirian pulang. Semoga besok labih seru lagi. Amin